Hati-hati jangan minum herbal, bisa merusak ginjal, benarkah ?
Banyak pasien saya bila ditawari herbal (tumbuhan obat) selalu berusaha menghindar karena takut akan merusak ginjal, dan ada juga yang beralasan masih ada obat dokter.
Padahal herbal itu mempunyai banyak komponen senyawa aktif
yang berkhasiat untuk tubuh, banyak komponen senyawa aktif artinya banyak
khasiatnya, berpotensi obat yang sangat aman karena minim efek samping,
levelnya seperti makan sayur-sayuran saja, namun efektif berkhasiat obat,
alamiah dan aman, kecuali herbal tersebut dicampur dengan bahan kimia sintetik,
jadi bukan herbal murni, maka tentu akan punya efek samping tertentu kepada
tubuh sesuai dengan campuran obat kimia sintetisnya. Oleh karena itu sebenarnya
herbal itu cocok sekali diminum oleh para senior, usia 60 tahun keatas agar
tidak mendapat efek samping obat kimia sintetis yang akan mempengaruhi
kesehatan tubuh yang memang sudah rentan sesuai dengan meningkatnya usia. Namun
tidak sembarang minum herbal tentunya, lebih baik sebelumnya berkonsultasi
dengan praktisi atau ahlinya yang berpengalaman dengan herbal, agar yang
diminum sesuai dengan kebutuhannya serta sesuai dengan dosis yang dibutuhkan
tubuh, namun herbal dengan dosis rendah maupun tinggi mempunyai fleksibilitas
tinggi yang aman untuk tubuh.
Saya mencoba mengungkapkan fakta berdasarkan pengalaman
sebagai praktisi 18 tahun sebagai pengobat, bahwa herbal itu tidak merusak
ginjal, malah sebaliknya, yaitu mampu memperbaiki ginjal yang sudah masuk pada
kategori gagal ginjal, bahkan dengan kondisi gagal ginjal yang sudah menjalani
HD (cuci darah) selama 3 tahun, padahal secara medis modern perbaikan ginjal
tersebut sudah tidak memungkinkan.
Tanggal 16 November 2025 berkunjung bapak MFA, 54 tahun,
professional, Jakarta, dengan keluhan Gagal Ginjal, sudah menjalani HD (Hemodialisa,
Cuci darah) selama 3 tahun, HD 2x dalam seminggu (Rabu dan Sabtu), dengan
kemampuan fungsi ginjal 3 % (eGFR 3%) menurut pasien, dan sudah pasang ring
jantung 4 buah.
Terapi pertama tanpa minum herbal, hanya dengan terapi
elektro akupresur (microcurrent pen) di
tapak kaki, menggunakan titik refleksi saja, yaitu titik Jantung 10 menit,
titik Ginjal 20 menit, titik Liver 10 menit. Setelah diterapi pasien lebih
segar dan lebih bertenaga.
Terapi kedua tgl 7 Desember 2025. Sebelum diterapi tekanan
darah 75/46, 76 kondisi agak goyang karena tekanan rendah. Satu jam sebelum
diterapi diminumkan herbal Tapak liman (Elephantophus Scaber) 4 kapsul, kelihatan saat itu mengantuk
seperti kurang tidur. Kemudian terapi dilakukan pada titik refleksi Jantung 10
menit, Ginjal 20 menit, Paru-paru 10 menit dan Liver 10 menit. Setelah diterapi
tekanan darah menjadi 83/50, 76 ada perbaikan pada tekanan darah, dan perasaan
goyang sudah tidak ada. Mulai hari ini minum herbal Tapak Liman (Elephantophus scaber) dengan dosis
3x4 kapsul sehari.
Terapi ketiga 14 Desember 2025, terapi dilakukan seperti
diatas. Asupan herbal Tapak Liman tetap dilanjutkan seperti sebelumnya yaitu
3x4 kapsul sehari. Kondisi pasien makin bertambah bugar dengan tekanan darah
115/59, 71.
Pada tgl 20 Desember 2025 pasien tersebut menjalani
pemeriksaan lab sebelum dilakukan HD atau cuci darah selanjutnya untuk fungsi
ginjal yang hasilnya sebagai berikut:
Kreatinin 5,8 (0,5-1,5 mg/dL),
Ureum 40 (10-50 mg/dL),
Asam urat 2,9 (3-7 mg/dL),
eGFR 10,1 (> 60 mL/mnt/1.73 m2).
Sedangkan hasil pemeriksaan Lab untuk Fungsi ginjal sebelumnya tgl 29 Oktober 2025 sebagai berikut :
Kreatinin 12,8 (0,5 -1,5 mg/dL),
Ureum 126 (10-50 mg/dL),
Asam urat 8,1 (3-7 mg/dL),
eGFR 3,9 (>60 mL/mnt/1.73 m2).
Dalam 2 minggu didukung dengan minum herbal kemampuan fungsi
ginjal meningkat menjadi 10,1 % (eGFR 10,1) yang sebelumnya tinggal 3 %, tgl 29
Oktober 2025 fungsi ginjal 3,9%, artinya herbal bisa meningkatkan fungsi ginjal
yang sudah kritis karena mineral-mineral
yang ada pada herbal Tapak Liman dapat memberikan revitalisasi pada sel-sel
nefron yang rusak pada ginjal dan memberikan prospek untuk pemulihan ginjal.
Pengalaman pada pasien bapak PSP, 67 th, Bandung. Berkunjung tgl 27 Januari 2026 dengan kondisi gagal ginjal, kemampuan fungsi ginjal tinggal 11% (eGFR 11) sudah masuk kategori untuk cuci darah. Pinggangnya terasa pegal. Kemudian dilakukan terapi elektro akupresur pada tapak kaki dengan titik refleksi ginjal 10 menit, Liver 5 menit, paru-paru 10 menit , lambung 10 menit, dan titik akupunktur BL-23 Shenshu 10 menit. Setelah diterapi rasa pegal di pinggang berkurang, kemudian diberikan asupan herbal Tapak Liman dengan dosis 3x4 kapsul sehari untuk diminum selama satu minggu. Seminggu kemudian pasien melakukan pemeriksaan lab, hasilnya fungsi ginjal pasien meningkat jadi 15 % (eGFR 15).
Melihat hasil pengalaman praktisi diatas tentang penggunaan
herbal, tidak ada sama sekali yang berbahaya akibat minum herbal pada ginjal,
malahan sebaliknya herbal berkhasiat pada ginjal, kasihan masyarakat bila mendapatkan
informasi yang menyesatkan. Saya sendiri sudah 26 tahun tidak minum obat kimia
sintetik , yang saya minum hanya herbal untuk memelihara kesehatan tubuh,
alhamdulillah sehat.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan mencerahkan, salam sehat.
Ir.H.Ansuska Gumanti
0812 2024 270 / 0818 43 7557
Komentar
Posting Komentar