Wasir stadium 4, haruskah dioperasi ?
Ini pengalaman dengan anak saya sendiri usia 25 th, profesi apoteker.
Pada Rabu tgl 1 Januari 2025 malam, anak saya
kesakitan, sudah tidak bisa duduk akibat wasir, dan pergi mengunjungi rumah
sakit Boromeus Bandung untuk memeriksakan keluhannya, kebetulan saat itu
setelah sholat magrib saya istirahat tidur karena terasa capek, jadi tidak tahu
bahwa anak saya tersebut menderita wasir akut dan pergi ke Rumah sakit.
Setelah menjalani pemeriksaan dokter, diketahui bahwa yang bersangkutan menderita wasir stadium 4, dan solusinya harus menjalani operasi karena sudah tidak bisa menggunakan obat lagi. Menurut dokter, operasinya termasuk operasi kecil , sudah didukung dengan teknologi laser, dan setelah diambil tindakan operasi langsung bisa pulang hari itu juga, kelihatannya mudah, cepat dan tidak mengkhawatirkan. Anak saya sudah terpengaruh untuk mengambil tindakan operasi tersebut, apalagi dia punya asuransi sendiri, namun dia masih bimbang, kemudian menelpon ibunya menceritakan kondisinya yang ingin mengambil opsi tindakan operasi tersebut, kebetulan saya mendengarnya dan saya langsung bangun dari tidur, kemudian berbicara dengan anak saya, saya sarankan pulang ke rumah dulu untuk di solusi dengan elektro akupresur, namun anak saya ragu dan bertanya “ apakah bapak sudah punya pengalaman mengobati wasir stadium 4 sampai pulih ? “ saya jawab “pengalamannya sudah lebih dari itu”, dan saya pikir bila bisa diatasi secara alamiah kenapa harus dioperasi, apalagi resiko setelah operasi belum tentu sederhana seperti yang diharapkan. Akhirnya anak saya mau keluar Rumah Sakit, dan sekitar jam 23.00 sudah berada di rumah, kemudian langsung saya lakukan terapi elektro akupresur pada akupoin REN-1 Huiyin, DU-1 Changqiang, dan BL-57 Chengshan masing-masing 15 menit tiap titik. Alhamdulillah, setelah diterapi sekitar 45 menit, anak saya sudah bisa duduk tanpa merasa kesakitan seperti sebelumnya, walaupun belum recovery 100%, kemudian diberikan asupan herbal Sambiloto (Andrographis paniculata), Jintan hitam (Nigela Sativa), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Binahong (Anredera cordifolia) dan Daun Ungu (Graptophyllum pictum) dengan dosis tinggi, karena herbal ini mempunyai anti pendarahan, anti bengkak, anti peradangan, dan anti neoplastic, sehingga harapannya akan sesuai dengan kebutuhan untuk bisa menjadi pulih penyakitnya . Pengobatan dan terapi intensif dilakukan tiap hari (sehari 2x terapi) sampai Jum’at tgl 3 Januari 2025, intensif selama 3 hari, 6x terapi, selanjutnya hanya rutin minum herbal saja, dan alhamdulillah sudah tidak terasa keluhan wasirnya, BAB pun lancar dan normal saja. Senin 27 Januari (4 minggu kemudian) anak saya kembali memeriksakan kondisi wasir ke RS, hasilnya hanya kelihatan seperti ada bintil kecil saja yang sudah tidak membahayakan. Artinya pengobatan yang dilakukan dengan elektro akupresur dan herbal tersebut efektif, aman dan alamiah, sampai sekarang tidak terjadi kekambuhan, yang bersangkutan tetap bisa bekerja normal seperti biasanya, alhamdulillah semua berkat ridho Allah SWT, demikian sekilas info sharing pengalaman dari saya.
Salam sehat
Ir.H.Ansuska Gumanti (0812 2024 270)
Komentar
Posting Komentar