Catatan Rematik Jari tangan, CTS.

Catatan Agustus 2017

Pengalaman yang tidak terlupakan : Rematik Jari Tangan saya recovery hanya dengan lalapan pete.

Awal bulan Agustus 2017, saya mulai merasakan hari-hari yang tidak nyaman karena gangguan pada jari jemari saya. Setiap bangun dipagi hari jari telunjuk tangan kanan terlipat dan kaku , harus diluruskan dengan dibarengi rasa nyeri yang lumayan. Sedangkan ibu jari tangan kiri kaku, tidak bisa ditekuk, nyeri dan tidak bertenaga bila difungsikan, dan nyeri sekali bila tersentuh (CTS, Carpal Tunnel Syndrome). 
Gangguan ini tentu tidak datang tiba-tiba, tetapi dengan tahapan waktu proses perjalanan penyakit rematik yang dipicu oleh pola hidup (makanan, olahraga tidak teratur dan sebagainya) serta perjalanan usia yang makin uzur. Tambahan lagi ada benjolan keras yang mulai nyeri sebesar kacang tanah didaerah pergelangan kaki sebelah kiri yang baru saya sadari entah sejak kapan terjadinya. 
Biasanya solusinya dengan terapi setrum, tapi saya ingin mencoba dengan solusi asupan pete saja (sebagai pengobat/terapis, saya sudah tahu khasiat pete). Pete (Parkia speciose Hort/Hassk) banyak mineralnya, bergizi, dan berkalori, serta berkhasiat obat. Tiap hari saya makan lalapan pete segar dengan sambal (pete dengan kulitnya). Sebelumnya pete dicelupkan pada air mendidih sekitar 30 detik, agar bersih dari bakteri, kemudian dipotong-potong siap untuk dimakan.  Saya konsumsi saat makan pagi 1 papan, dan saat makan malam 1 papan. Alhamdulillah, setelah 3 minggu konsumsi pete, semua keluhan saya tersolusi, baik rematik pada jari-jari tangan maupun benjolan keras pada daerah pergelangan kaki kiri sudah recovery. Saya periksa level asam urat saya pagi ini, Jum’at 8 September 2017, jam 05.54, levelnya 6,4 mg/dL (laki 3,5 – 7,2 mg/dL). 
Rupanya kandungan mineral yang ada pada pete memang ampuh mengurai pengkristalan (asam urat) yang terjadi pada kasus rematik. Pete mudah sekali ditemukan di Indonesia (di pasar-pasar), makanan bergizi, berkalori, hanya baunya kurang sedap, jadi tidak semua orang suka, tapi ampuh untuk rematik (pemulihan alamiah, tanpa efek samping).
Berikut analisis komprehensif berdasarkan hasil penelitian : 
Kandungan Mineral & Senyawa Bioaktif pada biji petai.
 1. Mineral Esensial (per 100 gram biji) : 
  • Kalium (Potassium) 221 mg. Berperan dalam mengatur fungsi saraf dan kontraksi otot, mengurangi kekakuan dan nyeri sendi.
  • Fosfor 170 mg. Mendukung kesehatan tulang dan jaringan ikat.
  • Kalsium 14 mg. Penting untuk kepadatan tulang dan transmisi sinyal saraf.
  • Zat Besi 1.6 mg. Meningkatkan sirkulasi oksigen ke jaringan yang meradang.
  • Magnesium dalam kadar signifikan. berfungsi sebagai relaksan otot alami dan mengurangi peradangan
2. Senyawa Anti-Inflamasi & Antioksidan :
  • Flavonoid & Fenolik : Menghambat enzim penyebab peradangan (misal COX- 2) dan menekan produksi sitokin pro-inflamasi.
  • Beta-sitosterol & Stigmasterol : Mengurangi pembengkakan sendi melalui modulasi respons imun
  • Vitamin C & E: Menetralisir radikal bebas yang memperparah kerusakan jaringan
Kandungan Kulit/Cangkang Petai.
  • Tanin : Senyawa dominan yang bekerja sebagai anti - inflamasi kuat dan penurun asam urat. Mekanisme menghambat xanthine oksidase (enzim penghasil asam urat) dan mengurangi nyeri sendi.
  • Asam fenolik & Flavonoid : Konsentrasinya lebih tinggi dari pada biji, dengan  aktivitas anti oksidan 3x lebih efektif dalam menangkal stres oksidatif penyebab rematik.
  • Serat & Pati : Berperan sebagai prebiotik yang memperbaiki mikrobioma usus, terkait dengan reduksi peradangan sistemik.
Bagaimana mekanisme pemulihan rematik diatas ?.
Kombinasi biji dan kulit petai bekerja secara sinergis.
  1. Efek Anti-Inflamasi Akut : Tanin dari kulit dan flavonoid dari biji menekan produksi prostaglandin dan interleukin-6 (IL-6), penyebab nyeri dan kekakuan sendi.
  2. Detoksifikasi Asam urat : Tanin dalam kulit mengikat purin (dari biji petai) sehingga mencegah peningkatan asam urat sekaligus menurunkan kadar yang ada.
  3. Proteksi Kartilago : Mineral seperti magnesium dan kalsium dalam biji memperbaiki integritas tulang rawan melalui stimulasi sintesis kolagen.
Semoga sharing pengalaman saya ini akan bermanfaat buat sobat-sobat  yang menderita rematik, baik yang baru maupun yang sudah lama. Alhamdulillah sampai hari ini (14 Agustus 2025) saya belum merasakan kekambuhan rematik.
Catatan : Tulisan ini saya perbaiki kembali pada tgl 14 Agustus 2025 dengan tambahan masukan dari Deepseek yang memiliki bank data dunia. 
Salam sehat dari saya
 Ir.H.Ansuska Gumanti, wa/telp. 0812 2024 270



Catatan September 2023
Jari tangan kaku, Rematik, CTS








Komentar

Postingan populer dari blog ini

STROKE dengan Elektro Akupresur, cepat, efektif, alamiah dan aman.

Selac Therapy, Mengembangkan terapi listrik yang terukur.

Blackout pada lansia, jatuh dan susah untuk bisa berdiri bahkan jadi lumpuh, kenapa ?